Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tutup Diklat Integrasi, Kalemdiklat Polri Serukan Bingkai Perekat Perbedaan itu TNI-Polri

Jumat, 16 Desember 2022 | 21:25 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-17T12:23:48Z

 





Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel berikan arahan pada Penutupan Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI-Polri (atas) dan peserta diklat (bawah) (Foto: Divisi Humaz Polri)
 

Mengelola perbedaan dengan baik dan menyatukannya akan Indah. Bingkai perekat perbedaan itu TNI-Polri. Bingkai tidak boleh pecah dan tidak boleh retak. Demikian sari penegasan Kalemdiklat Polri ketika memimpin Penutupan Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI dan Polri T.A. 2022. 


NUANSABARU.ID, SURABAYA - Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel memimpin pelaksanaan Upacara Penutupan Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI dan Polri T.A. 2022. Upacara penutupan diklat tersebut berlangsung di Lapangan Laut Maluku Kodiklatal Surabaya, Jumat (16/12-2022).

Pelaksanaan Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI dan Polri TA 2022 berlangsung selama 7 (tujuh) hari, mulai 9-16 Desember 2022. Dengan peserta Diklat sebanyak 476 orang yang terdiri dari Maba TNI 356 orang, Siswa Polri 100 orang dan Maba Kowal 20 orang, Hari itu, diklat resmi dinyatakan selesai.

Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel, mengatakan, agar bersama sama dengan Polri melaksanakan pendidikan integrasi pada seluruh peserta didik.

Rycko Amelza Dahniel, mohon bantuan aparatur pemerintah daerah pada para tokoh, terutama pada tokoh agama untuk sama sama memberikan dorongan, memberikan penguatan kepada peserta didik TNI dan Polri.

"Tugas yang mereka emban di samping tidak ringan juga merupakan tugas yang sangat mulia. Yaitu menjaga keutuhan negeri kita yang sangat majemuk ini, " kata Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Ia menegaskan, kemajemukan itu merupakan keniscayaan daripada negeri ini, negeri kebangsaan, negeri yang dibangun dari berbagai perbedaan.

"Dan kita pahami perbedaan itu memiliki potensi konflik," cetusnya.




Kalemdiklat Polri lakukan pemeriksaan pasukan ( Foto: Divisi Humas Polri) ?


Kita Pasti Bisa Jaga Negeri ini

Kalemdiklat Polri juga meminta untuk mengelola lerbedaan dengan baik. Menurutnya, jika diibaratkan kemajemukan itu sebagai sebuah mozaik, maka mozaik ini apabila disatukan akan menjadi indah.

"Keindahan daripada berbagai perbedaan mozaik itu harus diikat dengan bingkai yang kuat dengan perekat yang kuat dan perekat itu TNI dan Polri, " tegasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, perbedaan harus ada alat, harus ada organ yang diberi kepercayaan untuk menjaga perbedaan itu. Untuk menjadi perekatnya dan untuk menjadi bingkainya.

"Bingkainya tidak boleh pecah, tidak boleh retak apalagi mudah dipecah bela, mudah diadu domba. Kita pasti bisa menjaga negeri kita yang baik ini, negeri kita yang kita cintai secara bersama sama. Tolong kami diingatkan, anak anak kami diingatkan kami terus diberikan bimbingan melalui ajaran agama yang baik untuk mencintai negerinya dan rakyatnya," tuturnya.

Penutupan diklat ditandai dengan penanggalan tanda peserta Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI dan Polri TA 2022 secara simnolis oleh Kalemdiklat Polri tersebut.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan yel-yel oleh peserta Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI dan Polri TA 2022. Yel-yel tersebut menunjukkan bentuk sinergitas dan kolaborasi antara TNI Polri dalam menjaga keutuhan NKRI.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Waka Polda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo,, Dankakodiklatal, Wadankodiklatal, PJU Lemdiklat Polri, Seklem AAL, Kapoksahli Koarmada II, Aspers Kasdam V/Brawijaya, PJU Kodiklatal, PJU Polda Jatim, PB SDM Prov. Jatim, Wadanpasmar 2, Aspotmar Lantamal V, Kadisops Danlanud Muldjono, Kapolres Pelabuhan Tj. Perak, Ketua PGI Jatim, Ketua Walubi Jatim, PBNU Jatim serta PDHI Jatim. (*)



Penaggalan tanda peserta Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI-Polri oleh Kalem Diklat Polri, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel (Foto: Divisi Humas Polri)

Penulis : MUH, BASIR
Editor: SUCI SRI WAHYUNI


Hukum

×
Berita Terbaru Update