Diduga Terjadi Kebocoran Gas Pembukaan Sumur PT SMGP, Puluhan Warga Desa Sibanggor Julu Madina Keracunan

RSUD Panyabungan Madina Dipadati Ratusan Warga Merespon Kejadian itu


Ini, puluhan korban keracunan dari Desa Sibanggor Julu di RSUD Panyabungan Manida, Sumut, 22 Februari 2024. (Foto: Magrifatulloh).

NuansaBaru.ID, PANYABUNGAN MADINA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan Kabupaten Mandaling Natal (Madina), Sumatera Utara, tiba-tiba saja ramai. Ratusan warga memadati pelataran Ruang Ponek Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumab sakit tersebut.

Rupanya, puluhan warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Madina), Sumut, terlihat silih berganti dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Dugaan sementara mereka keracunan akibat pembukaan sumur milik PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power).

Dugaan itu diperkuat keterangan Camat Puncak Sorik Marapi Pangeran Hidayat yang menyebutkan momen kejadian yang diduga memicu terjadinya keracunan itu. 

“Kejadian sekitar pukul 19.15 WIB malam ini,” kata Pangeran di halaman RSUD Panyabungan, Kamis, (22/02-2024), malam.

Camat Puncak Sotik Marapi lebih lanjut menerangkan, warga terdampak mengalami mual dan muntah. Sebagai tindakan awal, langsung dievakuasi ke RSUD Panyabungan, sementara warga tak terdampak dievakuasi ke desa terdekat.

Baca juga berita terkait:

Ketua LMP Minta Pemkab Madina dan Pemerintah Pusat Evaluasi PT SMGP dan Bila Mungkin Hentikan Operasinya



Atas: Puluhan korban keracunan di RSUD Panyabungan Madina. Bawah: Ratusan warga mendatangi rumah sakit itu. (Foto: Magrifatulloh).) 


Kejadian Serupa bukan Kali Pertama. 
Tahun 2021 Telan Korban Tewas 5  Orang 

Sementara itu, salah satu warga Desa Sibanggor Julu yang dihubungi membenarkan adanya dugaan kebocoran gas saat pembukaan sumur perusahaan. 

“Lebih dari 20 orang yang terdampak. Untuk info lebih lanjut nanti saya kabari, ini masih di lapangan,” katanya.

Sementara itu, warga lain atas nama Miswar mengaku di lokasi masih banyak warga yang harus dievakuasi. “Ini kami masih menjemput warga terdampak. Tadi sudah ada empat yang kami evakuasi,” jelasnya.

Sebelumnya, sesuai keterangan camat telah dilaksanakan sosialisasi sebelum pembukaan sumur. Imbauan itu dikeluarkan perusahaan pada Selasa (20/02) dengan isi akan dilaksanakan pembukaan sumur.

Kejadian ini merupakan kesekian kalinya. Sebelumnya, pernah terjadi hal serupa. Bahkan pada 2021 lalu, sebanyak lima warga meninggal dunia akibat keracunan gas senyawa H2S (hydrogen bisulfide).

Hingga berita ini dipublikasi, belum diperoleh informasi bagaimana langkah antisipasi pihak PT SMGP menyikapi peristiwa ini. Yang jelas, kalau betul penyebab keracunan warga karena imbas gas H2S, demi kepentingan publik, perusahaan tentu harus bertanggungjawab.  (*).

Penulis: MAGRIFATULLOH 
Editor: M. BASIR


Topik Terkait

Baca Juga :